/ Story /

Raja Ampat, Kamar Indah di Timur Indonesia

Sebagian orang mengatakan surga tersembunyi itu ada di Indonesia. Bagian mana surga yang dimaksud, tiap orang memiliki versi masing-masing. Kalau ditanya kepada diri sendiri, pernahkah kalian melihat surga tersembunyi itu sendiri?

Indonesia layaknya rumah yang memiliki kamar-kamar diisi oleh keindahan alam masih asri. Tinggal bagaimana orang-orang di dalam kamar itu mampu menjaga isi kamarnya. Salah satu isi kamar yang menjadi destinasi impian tiap orang adalah Raja Ampat. Rasanya istilah jangan mati sebelum singgah ke serpihan surga di Indonesia timur ini adalah peribahasa yang benar.

Mimpi itu gratis, dulu ketika saya sedang duduk menikmati makan siang di sebuah warteg. Duduk menghadap tembok, di hadapan saya ada sebuah gambar pemandangan pada sebuah kalender. Di bawah pemandangan tersebut diberi keterangan Raja Ampat. Saat itu juga saya hanya berkata dalam hati, suatu hari saya pasti akan ke sana. Lima tahun berselang dari itu, kaki saya sudah berdiri di puncak Wayag, Raja Ampat. Wow! Saya hampir tak percaya saya bisa berada di Raja Ampat melihat lanskap indah yang ada.

Wayag

wayag-02-1
Photo by Author

Di antara semua pulau di Raja Ampat yang paling terkenal dan menjadi ikon adalah Wayag. Puncak Wayag menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat langsung landskap 360 derajat. Lokasi Wayag berada di Desa Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Perjalanan menuju ke Kepulauan Wayag memakan waktu sampai lima jam dengan menggunakan speedboat, oleh karena itu biaya menuju ke sana memang lumayan mahal. Kemudian membayar upeti masuk kawasan sebesar 1 juta untuk penduduk setempat sebagai biaya konservasi.

Kepulauan ini terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil yang merupakan pulau karang ditumbuhi perpohonan rindang. Dari puncak Wayag, kita dapat menikmati pemandangan birunya laut, lautan serta sebaran pulau-pulau kecil yang menawan. Ada rasa harus bisa menginjakkan kaki di puncak Wayag, suatu perasaan yang sulit diungkapkan.

Pianemo

painemo-1
Photo by Author

Perjalanan ke Painemo tidak sejauh perjalanan ke Wayag yang membutuhkan waktu kurang lebih 4 hingga 5 jam dari Waisai. Ketika saya pertama kali tiba di daerah Pulau Painemo, saya terdiam. Perahu kami menepi di kelilingi oleh pulau-pulau kecil. Beruntung cuaca sedang baik, terik matahari masih menyengat. Sebelumnya, butuh perjuangan mendaki sekitar 300 anak tangga sebelum tiba di puncak bukit. Beruntung mendaki bukit Pianemo tak perlu ekstrim seperti Wayag. Maka banyak orang menyebut Pianemo sebagai Wayag versi kecil.

Walau rasa lelah mendaki anak tangga, setibanya di puncak Painemo rasa lelah itu akan terbayar dengan hamparan pohon bakau yang memukau serta biru laut dan langit. Sudah banyak rombongan orang yang ingin ikut mengabadikan momen melihat pulau-pulau kecil di satu daerah terkonsentrasi. Pulau Pianemo adalah salah satu tempat indah di Indonesia. Saya masih tetap bersemangat untuk menunggu rombongan sibuk berfoto. Dari atas bukit kita bisa melihat hamparan biru laut yang menjadi nilai jual dari Painemo.

painemo-02-copy-1
Photo by Author

Informasi dari Bang Icad, pemandu lokal setempat mengatakan kalau gugusan pulau karang di Painemo umumnya tidak berpenghuni. Karang masih hidup dan terus tumbuh semakin menjulang dalam rentang waktu yang lambat. Sayang sekali kunjungan saya tidak memiliki kesempatan untuk bersantai di tepian pantai atau snorkeling di air yang jernih. Sehingga saya sangat menyarankan bagi kalian untuk dapat bermalam di guest house milik warga agar dapat menikmati sisi Painemo lainnya.

Batu Pensil

batu-pensil-1
Photo by Author

Selepas dari Painemo, kami mulai memasuki wilayah teluk Kabui yang terkenal dengan batu berbentuk meruncing ke atas. Wilayah Kabui seperti yang diceritakan oleh banyak orang, kita seperti berada dalam sebuah laribin pulau-pulau kecil. Setelah sampai baru kita bisa melihat pensil di tengah labirin.

Batu Pensil belum sepopuler seperti Wayag maupun Painemo. Dahulu, orang yang pertama kali menemukan batu ini menganggap batu tersebut bentuknya mirip dengan pensil. Namun setelah saya amati, objek yang menjadi magnet bagi wisatawan ini bentuknya tidak mirip dengan pensil, lebih kepada batu raksasa yang berdiri tegak di tengah Teluk Kabui.

batu-pensil-01-copy-2-1
Photo by Author

Pemandangan dari Batu Pensil memiliki landskap dua arah. Satu sisi seperti berada di pulau tak berpenghuni, sisi lainnya kita melihat labirin-labirin kecil saling berhadapan satu sama lain. Saya melihat dua batu berada di saling berhadapan seperti wajah pria dan wanita. Indah sekali!

Serba-Serbi Raja Ampat

Memang benar untuk dapat melihat “surga” dibutuhkan perjuangan yang tidak gampang. Saat ini penerbangan pesawat ke Sorong sudah dilayani oleh beberapa maskapai yang ada di Indonesia. Bandara Domine Eduard Osok menjadi gerbang utama bagi kita yang ingin melihat surga tersembunyi di Indonesia Timur, Raja Ampat.

Setibanya kalian di Sorong dapat langsung menuju pelabuhan untuk mengejar kapal cepat yang berangkat menuju Waisai, kabupaten di Raja Ampat. Perjalanan menuju Waisai memang bukan perjalanan lama, butuh waktu sekitar 3 jam menggunakan kapal cepat. Tentunya dibutuhkan persiapan fisik bagi yang mudah merasakan mabuk laut.

Raja Ampat memiliki peraturan bagi tiap wisatawan yang akan masuk ke kawasan Raja Ampat dengan membayar biaya masuk yang dikenal sebagai pin. Pin masuk ke kawasan Raja Ampat telah ditetapkan sebesar Rp 500.000 bagi wisatawan lokal dan Rp 1.000.000 bagi wisatawan asing. Namun, pin masuk ini bisa digunakan selama satu tahun. Retribusi memang menjadi keharusan apabila ingin kawasan wisata terjaga sekaligus membantu ekonomi masyarakat setempat.

Datang ke Raja Ampat tanpa persiapan bagaikan berperang tanpa senjata. Raja Ampat merupakan wisata alam yang jauh dari kata sinyal. Kalian perlu persiapakan diri mulai dari sunblock untuk melindungi kulit dari sinar matahari secara langsung, peralatan snorkeling dan diving untuk menikmati akuarium bawah laut, serta kamera.

Kapal cepat yang kami tumpangi mulai berlabuh kembali ke Waisai. Masih banyak kawasan-kawasan di Raja Ampat yang menarik untuk ditelusuri. Tempat ini memang sangat indah, maka saya semakin yakin bahwa Raja Ampat memang layak untuk disebut sebagai salah satu kepulauan terindah di seluruh dunia.